Tips Dasar Mengenal Fotografi Pernikahan Untuk Fotografer Khusus Wedding

Berikut ini kami berikan beberapa tips sederhana dan mendasar dari fotografi pernikahan untuk direkomendasikan buat kawan – kawan fotografer yang ingin memotret / mengabadikan sebuah pernikahan (wedding photography).

m 38

Silahkan disimak, semoga bermanfaat dan bisa dicoba untuk melakukan sesi pemotretan :

1. Membuat Shortlist.

Salah satu tips yang paling banyak membantu dalam kesuksesan seorang fotografi pernikahan dalam mengambil gambar – gambar terbagus adalah berpikir bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan hasil foto yang menarik dari mereka (klien) harapkan / inginkan pada hari H,.

sehingga anda bisa berimajinasi kira – kira apa saja yang akan bisa djadikan subjek atau objek foto pada hari tersebut. Buat daftar tentang poin – poin apa saja yang akan anda abadikan sehingga bisa membantu, dimana anda tidak akan kebingungan harus melakukan apa pada hari H.

2. Koordinasi Keluarga.

Foto keluarga sebenarnya bisa menjadi bagian penting yang membuat anda bisa rileks, bisa anda bayangkan pada hari H, ada banyak orang yang pasti akan semrawut karena mereka akan banyak mengerjakan tugas – tugas berat, berbicara kepada kolega, sesepuh adat, keluarga besan dan jalan – jalan di sekitar area pesta untuk mengontrol situasi.

Ini adalah efek terburuk dan paling melelahkan dari sebuah pesta pernikahan dengan latarbelakang semangat kemeriahan dan situasi ini tidak akan bisa membedakan dengan mudah mana anggota keluarga dan mana yang menjadi tamu undangan.

3. Jadilah Objek Tapi Tidak Menonjol.

Kebanyakan dari fotografer pemula berpikir bahwa mereka membutuhkan kebebasan dalam bergerak adalah absolute layaknya seorang jurnalis. Mereka seharusnya memang bebas bergerak sesuka hati tanpa memikirkan situasi dan kondisi asalkan anda bisa memperoleh angle atau momen yang tepat.

Dalam upacara pernikahan, tempat pesta terkadang banyak berpengaruh terhadap jalannya keseluruhan pesta dimana poin – poin sakral yang menjunjung adat setempat harus tetap terjaga kelestariannya dengan mengutamakan budaya daerah dan agama yang kental.

4. Fotografer Tambahan.

Memiliki fotografer cadangan bisa menjadi strategi yang hebat. Dari sini diharapkan hasil foto akan lebih bervariasi, cemerlang dan lebih banyak. Mereka bisa membagi tugas, satu khusus untuk memotret acara – acara formal sedangkan yang lainnya bertugas untuk memotret momen -momen penting (candid).

Hal ini penting untuk direncanakan agar anda bisa memberi arahan kepada fotografer tambahan untuk bisa mengerjakan tugas sesuai dengan konsep yang telah anda (bersama klien) bangun dan setujui.

5. Gunakan Dua Kamera.

Meminjam atau menyewa sebuah kamera tambahan dengan memakai lensa yang berbeda adalah langkah tepat untuk mengantisipasi keadaan darurat. Biasanya satu kamera mempunyai lensa yang lebar (wide) dan satu lagi bisa dimanfaatkan untuk lensa tele (70-200).

Dengan dua kamera berbeda lensa ini diharapkan anda tidak perlu terlalu sibuk mengganti – ganti lensa, karena hal ini bisa menimbulkan kesan negatif dari klien dan anda bisa kekurangan waktu yang sangat berharga.

6. Matikan Suara Kamera dan Lampu.

 “Bip” pada kamera atau “tit-tit-tit” pada lampu adalah suara – suara yang bisa membuyarkan ekspresi natural target anda sebagai pemotret handal, sehingga target anda akan merasa canggung  dan  tidak  lagi  bisa  berpoese  alami.  Suara – suara ini bisa  mengganggu  hikmadnya  acara ( misal ketika sesi pembacaan Do’a ).

7. Dalam Fotografi Pernikahan, Persiapan adalah Kunci.

Begitu banyak resiko terburuk yang bisa terjadi pada hari H sehingga anda sebagai tukang potret benar – benar perlu persiapan yang terencana. Memiliki rencana cadangan adalah waktu tepat (misal mengantisipasi cuaca buruk).

Persiapan lain seperti bateri terisi penuh, kartu memori kosong siap pakai, pikirkan tentang rute dan waktu untuk sampai ke lokasi tujuan tepat waktu akan lebih baik jika anda memasukkan sesi latihan (gladi resik).

Dimana anda dapat mengumpulkan informasi sebanyak – banyaknya tentang posisi terbagus yang memungkinkan anda untuk memotret dengan pencahayaan yang tepat sesuai urutan upacara.

Baca Artikel Lainnya :

8. Beri Harapan Ke Klien.

Tunjukan pada mereka sebagai klien anda bagaimana style dan cara anda bekerja. Cari tahu selengkap – lengkapnya tentang apa yang mereka inginkan tentang foto, seperti hal – hal terpenting apa yang harus dicatat, hasil cetakan, komposisi foto, dll.

Jika mereka merasa tertarik dengan anda, maka pastikan anda mempunyai kesepakatan harga di depan.

Demikian info dari kami semoga bermanfaat bagi anda para pemula !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *