Tips Fotografi Pernikahan Agar Tidak Menimbulkan Kekacauan Pada Foto Pernikahan

Berikut ini akan kami berikan terdapat artikel yang cukup menarik untuk anda baca terkait dengan masalah fotografi pernikahan atau dikenal lebih populer dengan nama wedding photography.

Artikel ini kami harapkan bisa bermanfaat bagi anda yang akan melangsungkan pernikahan maupun kawan – kawan fotografer yang konsen dalam menekuni fotografi komersial, khususnya dalam bidang foto pernikahan.

m 24

Setelah berbulan – bulan merancang dengan teliti dan seksama serta secara detail segala persiapan sebuah pernikahan seperti gaun (apakah memakai adat daerah atau busana nasional pengantin berupa gaun – gaun cantik), lokasi, daftar undangan, dan lain – lainnya.

Meskipun pusing tujuh keliling pun anda tak bisa dihindarkan dari kegiatan rutin ini dan wajib dilakukan.

Tapi hal ini bukanlah sebuah alasan anda diijinkan untuk melonggarkan pengawasan terhadap urusan yang lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan yaitu kesempatan untuk mengabadikan hari bahagia anda bersama pasangan lewat fotografi pernikahan atau wedding photography.

Membaca ulasan singkat tersebut di atas, anda pasti tak mau menghadapi risiko seperti kekacauan foto pernikahan tersebut di bawah ini kan ?

1. Tak jeli memilih fotografer.

Sebelum anda hendak memutuskan siapa fotografer yang beruntung guna mengabadikan mempelai cantik dan ganteng, maka manfaatkan waktu sebaik – baiknya untuk bukan hanya melihat – lihat, tapi juga mempelajari dan mengamati portfolio mereka.

Jika fotografer tanpa pengalaman dan keahlian yang anda pilih karena alasan untuk menghemat dana, maka bersiap – siaplah menanggung risiko terburuk.

Apabila vendor foto yang sedang anda sewa tak bersedia memberi/mendukung keleluasaan untuk memilih fotografer yang profesional, maka jangan ragu untuk angkat kaki dan mencari yang lainnya.

2. Kurang kesempatan untuk bertukar pikiran.

Anda pasti telah mengetahui bahwa segala sesuatu yang sudah direncanakan dengan baik pastilah akan menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat. Maka dari itu, usahakan menyediakan waktu luang untuk bisa bertukar pikiran dengan fotografer yang anda sewa.

Jangan ragu untuk mengungkapkan keinginan anda dari mereka. Satu minggu sebelum hari H, ingatkan si fotografer tentang rencana – rencana yang telah dibicarakan sebelumnya. Jika anda mempunyai permintaan yang khusus dan sifatnya lebih spesifik.

Maka ide – ide lain sebagai tambahan acara bisa diwujudkan, atau hal – hal apa saja yang justru harus dihindari agar jangan sampai masuk ke dalam agenda rencana foto – foto perkawinan anda, ungkapkan saja dengan riang hati.

Sangat penting untuk dilakukan karena ada beberapa area seperti tempat ibadah yang dilarang untuk difoto. You don’t want any unwelcome surprises right ?

3. Hanya mengabadikan pose atau acara tertentu.

Setiap album foto perkawinan seharusnya mempunyai foto – foto dengan pose formal atau acara -acara resmi dari sebuah pesta pernikahan yang sedang digelar. Tapi anda tak seharusnya berhenti dan menyamakan foto – foto perkawinan anda dengan mempelai lainnya.

Miliki foto – foto ketika anda dan si dia sedang melakukan aktivitas santai seperti berdansa, ngobrol dengan tamu – tamu undangan, atau sekadar bertukar – pandang antara pengantin wanita dengan mempelai pria di pelaminan. Momen – momen santai dan sederhana ini sangat berarti untuk diabadikan.

4. Tampil berkeringat dan berminyak difoto.

Siapa pun tahu termasuk si fotografer boleh berdiri berdampingan dengan mengenakan busana sopan di samping pengantin dan hal ini akan berpengaruh buruk yaitu meningkatkan temperatur suhu badan.

Tapi jangan sampai berpengaruh terhadap kondisi kulit tubuh dan wajah berminyak plus keringatan (terutama di area ketiak untuk badan dan dahi atau hidung pada wajah) akan memorakporandakan penampilan istimewa dan cantik anda di depan umum.

Sediakan penangkalnya berupa bedak, deodoran, tissu parfum dan handuk kecil sebagai penjaga penampilan anda tetap sempurna saat akan difoto.

5. Kehilangan momen – momen kecil nan spesial.

Terdapat beberapa prosesi dalam sebuah pesta pernikahan yang patut untuk anda abadikan seperti ciuman pertama si pengantin, dansa pertama antara kedua mempelai perempuan dengan ayah mertua, pemotongan kue pengantin, dan pelemparan buket bunga ke undangan remaja putri.

Tapi, seringkali ada momen – momen sederhana (yang mengharukan) seperti senyum manis dan mimik lucu si gadis cilik pembawa buket bunga, air mata bahagia dari sahabat dan teman – teman, dan bahkan kerling mesra pengantin pria yang tak terlupakan.

6. Berhenti memotret justru di jam yang tepat.

Banyak pasangan pengantin baru yang memutuskan bahwa pukul 21.00 malam merupakan waktu yang tepat untuk mengakhiri acara pesta. Begitu juga dengan semua aktivitas yang menyertai termasuk potret – memotret.

Baca Artikel Lainnya :

Cobalah mengganti kebiasaan tersebut yaitu menjadi pasangan pengantin yang berbeda dari yang lainnya karena justru pada jam – jam setelah pukul 21.00, kemungkinan akan ada momen – momen istimewa tak terduga muncul dan harus anda abadikan. So, keep shooting !

Demikian yang bisa kami jelaskan sehingga diharapkan anda bisa mengantisipasi keadaan dan kekacauan kecil tersebut di atas bisa di atasi !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *