Tips Mencegah Pencemaran Lingkungan Akibat Racun Hama

Tips Mencegah Pencemaran Lingkungan Akibat Racun Hama – Penggunaan racun hama atau yang biasa disebut dengan pestisida, tidak asing dikarenakan digunakan oleh para petani untuk menghilangkan hama yang mengganggu tanaman.

Walaupun pestisida dapat digunakan untuk mengusir tanaman, namun racun tanaman ini dapat menimbulkan dampak buruk baik pengguna maupun lingkungan dimana racun ini diberikan. Misalnya adalah untuk kesehatan manusia.

Kerugian yang berpengaruh negatif yang ditimbulkan dari penggunaan racun hama diantaranya:

racun

  • Dampak negatif kesehatan manusia misalnya mulas, pusing, muntah, kulit terasa gatal hingga menimbulkan luka.
  • Kualitas lingkungan yang berkurang
  • Racun hama dapat meningkatkan peningkatan populasi jasad yang dapat mengganggu tanaman. Hal ini disebabkan ketahanan diri hama terhadap pestisida meningkat dan resurgensi hama yaitu jumlah menurun dengan cepat setelah dilakukan penyemprotan dan tiba-tiba jumlah hama meningkat drastis.

Sebelum menggunakan pestisida, sebaiknya mengetahui dan memahami dengan baik jenis racun hama yang digunakan dan kegunaan racun tersebut. Sehingga tidak salah dalam pemakaian dan tidak mencemari tanah dan tanaman. Cara lainnya yaitu:

  • Mengikuti petunjuk penggunaan dan menggunakan dosis yang sesuai seperti yang dianjurkan.
  • Tepat waktu dalam pemberantasan hama karena jika salah, maka akan membutuhkan jumlah pestisida yang lebih besar dan meningkatkan resiko pencemaran
  • Memahami cara menggunakan pestisida sehingga racun tidak berceceran atau tumpah di sekitar tanaman dan malah akan merugikan.
  • Memperhatikan tempat untuk melarutkan pestisida jika racun yang digunakan harus dengan cara dilarutkan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai usaha penanganan untuk mengurangi pencemaran tanah yang dikarenakan pestisida yaitu:

  • Remidiasi yaitu dengan membersihkan permukaan tanah yang telah tercemar. Terdapat dua jenis yaitu in-situ (on-site) yaitu pembersihan yang dilakukan di lokasi yang terdiri dari pembersihan, injeksi (venting), bioremediasi dan jenis ex-situ (off-site) dengan cara menggali tanah yang tercemar dan dibawa ke tempat yang aman kemudian dilakukan pembersihan.
  • Bioremediasi merupakan pembersihan tanah yang dilakukan dengan mikroorganisme misalnya jamur dan bakteri. Hal ini dilakukan untuk memecahkan zat pencemar menjadi zat yang kurang beracun ataupun tidak beracun misalnya menjadi air.

Baca Artikel Lainnya ;

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *