Tips Mudah Untuk Mengenal Dan Belajar Tentang Fotografi Macro

Tips Mudah Untuk Mengenal Dan Belajar Tentang Fotografi Macro – Definisi riil dari fotografi makro bagi para pemula adalah bagaimana anda bisa mengambil foto obyek dalam ukuran tertentu yang menjadi standar ukuran normal atau bahkan ukuran yang lebih besar, namun sepertinya beberapa para produsen kamera profesional telah memberikan definisi yang agak longgar, dan cenderung mengarah kepada fotografi close-up.

20160426_194845_resized

Diketahui hampir semua kamera compact maupun superzoom mempunyai fitur atau mode macro yang memungkinkan fotografer untuk fokus terhadap obyek foto-foto pilihan.

Diharapkan mereka mampu untuk mengeksplorasi obyek yang menarik perhatian masyarakat awam secara lebih detil dibandingkan hanya mengandalkan ketajaman mata manusia biasa.

Beberapa kamera keluaran terbaru saat ini diketahui mempunyai dua atau lebih mode macro, untuk anda para pemula disarankan mencoba keduanya guna menjepret objek jarak dekat dari masing-masing mode yang diaplikasikan.

Pastikan anda memilih obyek terlebih dahulu yaitu fokus terhadap benda yang tidak bergerak. Tunggu sampai di sekitar taman yang anda pilih tidak ada angin berhembus atau jika anda hendak memotret bunga, cobalah pindahkan obyek ke dalam ruangan.

Jika anda tertarik memotret serangga sebagai subjek, perhatikan dimana titik serangga tersebut suka hinggap.

Kegiatan ini mungkin akan membutuhkan sedikit kesabaran untuk menunggu sebelum subyek incaran anda benar-benar bisa masuk ke dalam frame.

Jangan pernah khawatir untuk menggunakan flash. Karena ketika kamera terlalu dekat dengan obyek, kadang-kadang akan menimbulkan kondisi kekurangan cahaya, dan flash merupakan solusi tepat dari masalah ini.

Coba tambahkan aksesoris seperti plastik berwarna buram saat dirasa cahaya flash yang anda aplikasikan terasa terlalu besar. Plastik tersebut dapat berfungsi sebagai diffuser.

Anda juga dapat bereksperimen dengan angle pada kondisi ketinggian yang berbeda. Sebagai contoh, tempatkan kamera di atas tanah, dengan moncong lensa di arahkan ke atas untuk mendapatkan prespektif yang berbeda dari gambar yang akan anda hasilkan.

Selanjutnya anda dapat memotret obyek apapun untuk kategori fotografi makro, tetapi obyek yang disarankan adalah bunga dan serangga yang biasanya mampu menyajikan foto -foto yang menarik.

Satu tantangan besar dalam fotografi makro adalah bagaimana cara menjaga keseimbangan kamera terhadap subyek yang akan diambil agar tidak bergerak ketika anda sedang melakukan penjepretan.

Sedikit saja pergerakan kamera terhadap obyek maka akan menyebabkan beberapa subjek di sekitar obyek akan terekam dalam kamera anda.

Tripod merupakan perangkat fotografi yang bisa dimanfaatkan guna menghindari gerakan kamera yang tak disengaja.

Anda dapat menggunakan self-timer guna meminimalkan terjadinya goyangan kamera saat tanggan anda akan mulai menekan tombol shutter.

Gunakan mode shutter priority jika anda memiliki kamera dengan mode tersebut. Gunakan shutter speed yang paling cepat yang dapat anda manfaatkan.

Flash Photography yang erat kaitannya dengan Fotografi Macro dapat dikatakan sebagai sebuah bidang fotografi yang sangat menyenangkan untuk dilakoni jika anda bisa mengambil foto-foto pilihan dalam berbagai karakter pada tempat-tempat yang strategis, tetapi kondisi ini bisa memunculkan masalah besar dalam mengaplikasikan Flash Photography diantaranya adalah :

  • Timbulnya bayangan yang terlalu kuat di belakang subyek.
  • Subyek menjadi overexposed dan kurang tampak natural.

Flash Diffuser

Ada beragam teknik fotografi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah di atas, salah satunya adalah dengan ” Bounce Flash ” yaitu memantulkan cahaya flash ke permukaan dinding atau langit-langit dan mengontrol output flash, namun teknik yang paling sederhana adalah dengan mengaplikasikan diffuser.

Flash diffuser akan menghasilkan output cahaya yang berasal dari flash dengan tujuan agar mendapat pencahayaan yang lebih lembut.

Beberapa flash saat ini telah menyertakan diffuser secara default (seperti contoh diatas : Canon Speedlight, gambar kiri adalah posisi flash tanpa diffuser dan sebelah kanan merupakan flash yang mengaplikasikan diffuser).

Model flash lainnya kebanyakan tidak menyertakan fitur ini, tetapi anda dapat berinisiatif menambahkan external diffuser secara terpisah.

Baca Artikel Lainnya :

Diffuser bisa membantu mengeliminasi cahaya yang berlebihan serta memperkuat bayangan dan foto akan tampak lebih natural. Diffuser yang beredar di pasaran saat ini jumlahnya beragam ukuran dan bentuk, tergantung dari tipe serta model flash yang diaplikasikan.

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *