Tips Pengendalian Hama dan Penyakit pada Matoa

Tips Pengendalian Hama dan Penyakit pada Matoa – Tanaman matoa ialah tanaman tahunan. Ia berbuah seturut dengan musim. Tanaman ini tumbuh di daerah seperti Irian Jaya, Sulawesi, Maluku, Sumatera, hingga kalimantan. Mungkin kita sering menemukan tanaman ini tumbuh secara tidak teratur di halaman rumah hingga di pinggir jalan raya. Tanaman ini mampu tumbuh hingga mencapai 400 meter.

1

Produksi matoa memang cenderung menonjol jika di bandingkan dengan fungsinya menjadi bahan bangunan. Ia memiliki rasa yang amat manis, selain itu dagingnya pun juga sangat tebal. Saat membicarakan sebuah tumbuhan, tentunya tidak akan terlepas dari hama dan penyakit tanaman tersebut.

Pemupukan

Pemupukan pada matoa di mulai saat ia memasuki masa tanam. Pupuk yang di gunakan ini biasanya seperti pupuk organik, SP, kapur hingga urea. Segala pupuk di campur menjadi satu kemudian yang berada di atas di diamkan 4 hingga 6 hari kemudian di tanami bibit matoa/ mengapa harus di lakukan pemupukan? Hal ini dikarenakan untuk menghindari hama atau penyakit, serta agar tanaman dapat tumbuh dengan subur. Akan tetapi seringkali hama dan penyakit gencar menyerang, apalagi jika matoa sudah tumbuh besar.

Pemeliharaan

Ketika selesai masa pemupukan dan matoa telah tumbuh, masuklah dalam tahap pemeliharaan. Tahap pemeliharaan ini dilakukan untuk menghindarkan rangsangan penyerapan berbagai unsur hara yang berada di dalam tanah tumbuhan lain dan matoa itu sendiri. Jika pemeliharaan tidak dilakukan secara teratur, unsur hara tidak hanya dinikmati oleh matoa, akan tetapi berbagai tumbuhan yang berada di sekitar pohon. Jadi, untuk mendapatkan hasil yang terbaik, perlu dilakukan pemeliharaan.

Hama serta penyakit matoa

Hama yang mungkin sering kita lihat pada pohon matoa ialah lalat daun. Lalat daun ini biasanya menyerang berbagai daun yang masih muda. Terkadang pohon matoa ini juga memiliki sebuah bentuk morfologis namun terlihat aneh menyerupai sapu terbang. Hal ini disebabkan oleh jamur ataupun virus. Serangan jamur yang satu ini akan menyebabkan bintil yang berwarna putih.

Di beberapa tempat seperti Semenanjung Malaya juga terdapat gangguan karena ngengat bernama Gracillariadae. Kerusakan yang diberikan oleh serangan hama ini memang tidak besar. Pohon-pohon yang daunnya sering diserang akan mengakibatkan muncul bintil. Hama yang paling merugikan sebenarnya berasal dari ulat serta kelelawar, jika kelelawar, akan memakan buah yang sudah matang.

Pengendalian hama serta penyakit

Untuk menghindari serangan hama seperti ulat dan kelelawar, lebih baik buah di bungkus dengan menggunakan jaring. Hindari pembungkusan dengan menggunakan plastik. Pembungkusan dengan plastik, malah akan menyebabkan buah mudah membusuk. Selain buah di bungkus dengan plastik, lakukan pemangkasan secara teratur pada pohon. Pemangkasan ini juga berguna untuk meningkatkan produktivitas dari pohon tersebut.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *