Tips Usaha Berjualan Di Pasar Tradisional

Tips Usaha Berjualan Di Pasar Tradisional – Pasar merupakan salah satu tempat berkumpulnya berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana tempat ini sangat strategis untuk usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang – orang semua lapisan dengan imbalan berupa uang.

Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia di dalamnya, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan.

Untitled

Contoh yang paling sederhana adalah pasar petani lokal yang diadakan di alun – alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, atau pasar ilegal seperti pasar untuk obat – obatan terlarang.

Diluar contoh tersebut di atas, seperti apapun kondisi sebuah pasar tradisional, anda harus mampu melihat kelebihan yang tersimpan dalam pesona pasar tradisional yang kaya akan tradisi daerah setempat.

Ada banyak pelajaran tradisi kebaikan di dalamnya yang menggenapkan empati dengan pembelajaran yang kaya akan hikmat kehidupan apabila anda berniat berjualan di dalamnya sebagai bisnis UKM (skala kecil hingga menengah) :

1). Semangat dan kemauan kerja yang dimiliki oleh orang – orang yang masih berusia produktif hingga tergolong manula.

Penelitian menjelaskan terdapat jumlah yang cukup besar terhadap kelompok pedagang di pasar tradisonal yang usianya 60 tahun ke atas tetapi tetap eksis dalam berjualan.

2). Interaktif di pasar seperti salah satu pepatah Jawa kuno menjelaskan : obah mamah, sopo sing gelem obah, bakal iso mamah, artinya siapa saja yang mau bergerak, tentu bisa mendapatkan penghasilan ( nafkah ) yang layak.

Bahkan ketika mereka sedang tak punya modal sepeser pun, asal mau bekerja secara pro aktif di pasar seperti membantu angkut – angkut dengan ongkos tertentu, akan mampu mendatangkan penghasilan untuk menopang perekonomian keluarga.

Mereka berjualan apa adanya seperti gelar alas atau papan dan menumpuk benda yang dijual, atau ada yang menitipkan barang untuk dijual dengan sistem bagi hasil.

Seperti kelompok pedagang kelapa yang berjualan parutan kelapa di pasar tradisional Denggung. Menurut mereka, kelapa yang dia parut selalu ada yang ngedrop.

Demikian pula halnya dengan bawang putih, tempe, dan telur ayam merupakan item yang cepat laku, di pasar tradisional Denggung semua item barang dagangan tersebut tidak dibawa dari rumah tetapi ngedrop di pasar dari pedagang induk.

Mereka rata – rata memiliki usia produktif hingga beberapa kelompok adalah golongan manula.

3). Penghuninya ramah – tamah, sudah saling kenal diantara para pedagang layaknya hidup kekeluargaan dan bertetangga di kampung/desa.

Sedangkan pembeli adalah sebagai “ orang yang belum dikenal ” dimana mereka sangat suka dengan sikap terbuka dan ramah – tamah dari para penjual. Budaya tawar – menawarpun muncul dari pasar tradisional.

4). Pasar tradisional merupakan ajang untuk bernostalgia dan kerap dijadikan sebagai objek wisata daerah bersangkutan seperti terlihat pada kebiasaan unik dari kegemaran bapak–bapak yang sudah pensiun menyempatkan diri jalan–jalan ke pasar sekedar untuk membeli korek api, daun pisang, sapu lidi, jajanan tradisional, atau jamur liar dan komoditas lainnya yang dihasilkan dari rumah dan sekitarnya.

Setelah dua puluh tahun tak lagi sering–sering berbelanja ke pasar tradisional karena banyak ada supermarket, mereka ternyata masih suka bersepeda pancal ke pasar untuk mengunjungi tempat–tempat nostalgia sekaligus kesempatan untuk bersilaturahim dengan banyak orang yang pernah dikenalnya, saling sapa, bertukar kabar dan  ngobrol ringan sebentar.

5). Implementasi kesetaraan gender adalah bagian terpenting untuk menyatukan ritme perdagangan di pasar tradisional.

Jarang ada dominasi suatu jenis komoditas yang hanya menjual produk – produk tertentu oleh jenis gender tertentu.

Baca Artikel Lainnya :

Terakhir adalah pelajaran nyata yang tak kalah ajaibnya bahwa cara manusia dalam mensyukuri hidup adalah dengan bekerja keras.

Tak perlu merasa minder anda harus berjualan tempe, tahu atau sayur – mayur di pasar hanya karena memiliki wajah setampan Le Minh Ho.

Tapi yakinkan diri dan optimis bahwa pasar tradisional di tengah kemajuan jaman modern seperti saat ini akan tetap eksis sebagai tempat strategis untuk bertransaksai jual – beli. Semoga bermanfaat !

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *