Tujuan dan Contoh Distribusi

Tujuan dan Contoh Distribusi – Siapa yang senang berbelanja? Walau tidak senang berbelanja, tapi kita pasti pernah melakukan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari.

Namun, apakah kamu pernah memikirkan bagaimana barang-barang yang kamu beli itu bisa sampai di toko agar dengan mudah kamu dapatkan?

Kita sebagai konsumen, bisa dengan mudah mendapatkan berbagai macam kebutuhan dari produsen karena adanya kegiatan distribusi.

Distribusi adalah kegiatan penyaluran barang dan/atau jasa dari produsen (pihak yang memproduksi barang dan/atau jasa) ke konsumen (pihak yang menggunakan barang dan/atau jasa). Orang yang melakukan kegiatan distribusi tersebut, biasa disebut dengan distributor. Kegiatan distribusi memiliki tujuan, sebagai berikut:

  1. Menyalurkan barang dan/atau jasa dari produsen ke konsumen
  2. Mempercepat sampainya barang dan/atau jasa dari produsen ke konsumen.
  3. Tercapainya pemerataan persebaran barang dan/atau jasa kepada konsumen di berbagai wilayah.
  4. Meningkatkan nilai guna barang dan/atau jasa.
  5. Menjaga kestabilan harga barang dan/atau jasa di pasar

Terdapat tiga macam saluran distribusi, yaitu:

  1. Distribusi Langsung

Merupakan saluran distribusi dimana barang dan/atau jasa langsung disalurkan sendiri oleh produsen kepada konsumen tanpa adanya perantara.

Contohnya, pembuat kerajinan tangan yang langsung menjual hasil kerajinan tangan yang diproduksinya kepada tetangga di sekitar rumahnya. Sementara itu, contoh distribusi langsung pada produk jasa adalah jasa konsultasi manajemen ataupun perpajakan.

  1. Distribusi Semi Langsung

Merupakan saluran distribusi dimana barang dan/atau jasa disalurkan dengan saluran distribusi yang dimiliki oleh perusahaan produsen. Contohnya, grup perusahaan X yang memproduksi produk makanan A juga bergerak di biidang distribusi sehingga, produk makanan A disalurkan melalui perusahaan distribusi tersebut.

  1. Distribusi Tak Langsung

Merupakan saluran distribusi dimana barang dan/atau jasa disalurkan dari produsen pada konsumen melalui perantara. Perantara tersebut dapat berupa agen, pedagang besar (wholesaler), pengecer (retailer) ataupun melalui ketiganya.

Contohnya, produk makanan B yang disalurkan dari produsen ke pedagang besar, lalu pedagang besar menjualnya pada berbagai toko kecil, dan barulah konsumen bisa mendapatkannya dari berbagai toko kecil tersebut.

Sementara itu, contoh distribusi tak langusng dari produk jasa adalah penjualan rumah dengan menggunakan agen real estate.

Nah, sekarang kita sudah lebih memahami tentang kegiatan distribusi dan seberapa pentingnya kegiatan tersebut dalam hidup kita.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *