Tumbuhan Darat untuk Remediasi Lahan Terkontaminasi

Tumbuhan Darat untuk Remediasi Lahan Terkontaminasi – Logam berat secara alami memang sudah terkandung di dalam tanah khususnya pada tanah dari batuan induk jenis tertentu (misalnya tanah ultramafik/serpentin). Akibat adanya kegiatan atau aktivitas manusia menyebabkan logam berat di dalam tanah serta perairan naik secara drastis. Hal ini dibuktikan dengan adanya lahan tercemar logam berat dengan sangat tinggi di lahan sekitar penambangan dan peleburan logam. Hasil penelitian menyebutkan bahwa di kawasan bekas peleburan seng di Palmerton (Pennsylvania/AS) beroperasi selama 82 tahun serta daerah pertambangan seng logam timbal d di Kansas (AS) yang telah beroperasi selama 150 tahun menunjukkan tingkat pencemaran logam berat di air dan tanah masih tetap tinggi meskipun kegiatan industri sudah dihentikan.

Untitled

Adanya konsentrasi logam berat yang tinggi di dalam tanah maupun perairan berpengaruh terhadap rantai makanan serta berdampak buruk pada organisme atau mahluk hidup. Di dalam ginjal tikus mengandung  kadar Cd setinggi 10 mg/k yang ditemukan di sekitar Palmerto, sedangkan di dalam ginjal dan hati rusa mengandung kadar Cd a 5 kali lebih tinggi ddibandingkan rusa yang hidup di daerah 180 km dari daerah tersebut. Selain itu kadar seng yang tinggi pada tanah bekas penambangan logam menyebabkan produksi kedelai menurun hingga 40%.

Remediasi atau tindakan pemulihan lahan sangatlah perlu untuk dilakukan supaya lahan yang tercemar dapat dimanfaatkan kembali secara aman. Banyak remidiasi  yang telah dilakukan baik secara fisik maupun kimia, namun yang paling dianggap ramah lingkungan adalah dengan menggunakan tumbuhan sebagai agensia pembersih lingkungan yang tercemar.

Pemanfaataan tumbuhan dalam remediasi lingkungan tentukan oleh penyerapan logam atau degradasi senyawa organik oleh tumbuhan tersebut. Tumbuhan yang digunakan sebagai remediasi harus bersifat hipertoleran supaya tumbuhan tersebut dapat mengakumulasi logam berat di daerah batang serta daun,  mampu menyerap logam berat dalam tanah dengan laju penyerapan yang tinggi, mampu mentranslokasi logam berat yang diserap akar ke bagian daun dan batang.

Beberapa jenis tumbuhan mempunyai sifat hiperakumulator yang mampu teradaptasi di tanah yang mengandung logam tinggi (toleran terhadap logam), tatapi biasanya tumbuhan ini mempunyai sifat tumbuh dengan lambat. Sebagai contoh tanaman Brassica juncea mampu mengakumulasi Zn dan Cd tetapi pertumbuhanny terhambat hingga menjadi separuhnya sedangkan Thlaspi cearulescens mampu mengakumulasi Zn hingga 25.000 mg /kg tanpa adanya reduksi hasil.

Beberapa peneliti mencoba melakukan penelitian untuk membuktikan kemampuan tumbuhan darat dalam meremediasi lahan yang tercemar logam berat. Seperti yang dilakukan olah  Ilya Raskin dan kolega di AgBiotech Center bagaimana cara menaikkan tingkat akumulasi Pb oleh Brassica juncea yang diberi zat pengkhelat ke dalam tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya khelator EDTA 600 mg Pb/kg dalam tanah, Brassica juncea mampu mengakumulasi Pb hingga 1,5% dari biomassanya.

Dari penelitian yang dilakukan untuk mencapai fitoremediasi yang efektif dan efisien dilakukan dengan pendekatan-pendekatan yaitu memilih tumbuhan hiperakumulator yang sesuai serta menerapkan teknik budidaya (manipulasi pertumbuhan yang tepat). Dengan adanya usaha manipulasi genetika maka biomassa tumbuhan hiperakumulator dapat ditingkatkan,  tumbuhan yang menghasilkan biomassa banyak juga dapat ditingkatkan daya akumulasi logamnya.

Tumbuhan hiperakumulator selain mampu menyerap logam berat, tumbuhan tersebut juga mampu mendegradasi dan menyerap zat organik maupun hara. Karena kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh tumbuhan hiperakumulator maka tumbuhan ini telah banyak dimanfaatkan dalam pengendalian serta pemulihan lahan atau lingkungan yang tercemar. Dalam aplikasi di lapangan tumbuhan-tumbuhan hiperakumulator dipadukan dengan jenis lainnya karena setiap jenis mempunyai kemampuan yang berbeda. Contoh aplikasi di lapangan adalah reduksi berbagai senyawa organik seperti chlordane, chlorinated solvent,atrazin, nitrobenzena, trinitrotoluena (TNT), pentakhlorofenol, trinitroetilena, dan phenanthrene.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *