Wanita Dengan Gangguan Bipolar Beresiko Lahirkan Prematur

Wanita Dengan Gangguan Bipolar Beresiko Lahirkan Prematur – Sebuah studi baru mengungkap kaitan antara gangguan bipolar pada wanita hamil dengan bayi prematur yang dilahirkan.

Untitled

Kaum Hawa yang sebelumnya pernah dirawat karena menderaita gangguan bipolar beresiko dua kali lipat lebih besar melahirkan bayi-bayi prematur dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki sejarah menderita gangguan mental tersebut. Studi baru itu dilakukan oleh para ilmuwan di Women’s College Hospital dan Institute for Clinical Evaluative Sciences (ICES).

Baca Juga :

Hasil penelitian itu diterbitkan di American Journal of Obstetrics and Gynecology. Menurut studi itu, wanita hamil yang memiliki gangguan bipolar beresiko tinggi memiliki bayi prematur dan beberapa komplikasi serius lainnya.

Walaupun penelitian tersebut tidak meneliti penyebab-penyebab yang membuat mereka sampai pada penemuan ini, para ilmuwan berkeyakinan bahwa para wanita dengan gangguan bipolar tetap bisa mengurangi resiko terhadap bayi mereka dengan cara mengubah gaya hidup dan faktor-faktor perilaku sehari-hari.

“Gangguan bipolar adalah penyebab keenam terbesar disabilitas pada para wanita di rentang usia produktif. Namun sayangnya, riset masih memberi kita sedikit saja informasi tentang bagaimana cara memastikan hasil yang paling baik bagi ibu maupun anak,” terang Dr. Simone Vigod yang merupakan penulis utama dari riset tersebut.

Dr. Vigod adalah seorang psikiater pada Women’s College Hospital sekaligus ilmuwan pada ICES. “Dengan mengenali segala dampak potensial yang bisa kita miliki, serta segala faktor resiko yang bisa dimodifikasi, kita akan bisa terbantu karena dokter bisa memberikan perawatan dan tindakan yang paling tepat yang bisa diberikan kepada para pasien.”

Dalam riset tersebut, para ilmuwan mempelajari catatan kesehatan pada wanita yang melahirkan bayi tunggal dari 2003 hingga 2011. Para peneliti membandingkan para wanita yang sebelumnya dirawat di rumah sakit karena gangguan bipolar dan ganguan depresi berat lain dengan populasi umum. Berikut adalah hasilnya:

– Para wanita yang menderita gangguan bipolar ternyata memiliki resiko dua kali lebih besar untuk melahirkan sebelum waktunya dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki sejarah terserang gangguan mental apapun.
– Bayi-bayi yang lahir dari para ibu yang memiliki gangguan bipolar kemungkinan berukuran lebih besar untuk usia gestasi mereka. Hal ini kontras jika dibandingkan dengan bayi yang lahir dari wanita yang menderita depresi yang cenderung berukuran dan berbobot lebih kecil untuk usia gestasi mereka.

  • Bayi yang lahir dari para ibu yang menderita gangguan bipolar memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita malformasi kongenital atau kelainan bawaan dan juga beberapa komplikasi lainnya.
  • Selain itu, para bayi yang lahir dari ibu-ibu yang menderita gangguan bipolar juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk harus dirumahsakitkan kembali 28 hari setelah pertama kali dipulangkan dari rumah sakit.

Dampak buruk seperti kelahiran prematur ini sangat membuat khawatir. Pasalnya, dampak-dampak ini dikenal juga bisa membawa pengaruh negative terhadap kesehatan sang bayi nantinya pada masa kanak-kanak maupun dewasanya. Dr.Vigod juga menambahkan, “Walaupun kami tidak tahu penyebab pasti dari kelahiran prematur dan dampak-dampak negatif lain dari gangguan bipolar, namun kami tahu baha gejala-gejala gangguan kesehatan mental bisa mempromosikan sekresi hormoneyang bisa berujung pada kelahiran bayi sebelum waktunya.”

Pengobatan psikiatris juga dinilai bisa mempengaruhi kelahiran bayi. Selain itu, faktor genetik, kesehatan, dan gaya hidup seperti status sosio-ekonomi yang rendah, kurangnya olahraga teratur, obesitas, nutrisi buruk serta kebiasaan merokok juga berperan memicu wanita dengan gangguan kesehatan bipolar beresiko tinggi melahirkan bayi prematur.

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

One thought on “Wanita Dengan Gangguan Bipolar Beresiko Lahirkan Prematur

  1. Pingback: Kafein Dongkrak Memori Jangka Panjang | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *