Wisata Istana Air Tamansari

Sebagai ibukota dari kerajaan Mataram, Yogyakarta memang kaya peninggalan bersejarah dalam bentuk reruntuhan maupun situs budaya yang menarik. Dimana salah satunya yaitu Tamansari yang berada di bagian belakang kompleks Keraton Yogyakarta.

d 64

Meskipun saat ini yang tersisa hanya reruntuhannya, tapi Tamansari tetap saja menyimpan pesona dan kemegahannya tersendiri.

Konon Tamansari dibangun berdasarkan inisiatif Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengkubuwono I) sebagai bentuk penghormatan untuk istri-istri Sultan yang sudah membantu semasa peperangan yang memang sangat sulit.

Sementara arsitek yang ditunjuk menanganinya adalah Demak Tegis (Belanda) dan Bupati Madiun sebagai mandor. Sultan memerintahkan agar mereka membangun sebuah istana di atas mata air (umbul) yang tidak jauh dari keraton yang kini terkenal dengan nama Tamansari.

Dahulu istana ini dikelilingi oleh segaran atau danau buatan serta dipenuhi dengan aroma wewangian dari bunga-bunga yang ditanam sepanjang pulau-pulau buatan yang ada di sekitarnya. Sekarang ini wisatawan sudah tidak dapat lagi menyaksikan keindahan tersebut.

Akan tetapi kecantikan bangunannya masih bisa terlihat jelas oleh setiap wisatawan yang berkunjung.

Ketika wisatawan memasuki pintu utama, maka akan langsung bertemu dengan kolam pemandian Taman Sari. Terdengar gemericik air jernih yang berwarna kebiruan, sangat apik bersama tembok-tembok krem yang kokoh mengitarinya.

Kolam pemandian yang ada dibagi menjadi 3 yaitu Umbul Kawitan (untuk putri Raja), Umbul Panguras ( untuk Raja) dan Umbul Pamuncar (untuk para selir Raja).

Dahulu tempat ini memang hanya boleh dimasuki Raja besera keluarganya. Namun kini kolam pemandian Tamansari telah menjadi magnet utama wisata di Tamansari. Kolam pemandian bahkan biasa menjadi spot foto pra pernikahan.

Baca Artikel Lainnya :

Kolam pemandian juga dikelilingi oleh ruangan yang dahulu dijadikan sebagai tempat berganti pakaian serta menara 3 lantai yang merupakan tempat raja menikmati pemandangan.

Tempat lainnya yang tidak kalah menarik adalah Gedung Kenongo dan Sumur Gumuling yang bisa Anda capai dengan melewati lorong bawah tanah yang sangat eksotik dan menawan. Terkadang di ujung lorong Anda akan disambut oleh para seniman dengan bas betot atau berbagai peralatan musik lainnya.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *